Berkarya Lewat Sampah
BERKARYA LEWAT SAMPAH
Tim kelompok 1 Kuliah Kerja Nyata
(KKN) Universitas Wahid Hasyim Semarang yang
tergabung dari mahasiswa berbagai program studi dari ketujuh fakultas mengadakan
sosialisasi kebersihan dan teknik pengolahan sampah organik, anorganik di Kelurahan Karanganyar Gunung Kecamatan
Candisari Kota Semarang Sabtu, 29 September 2012. Acara ini merupakan program
kelompok terkait tema KKN, “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penggalian dan Pengembangan
Potensi Wilayah dalam Rangka Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat” yang diikuti
oleh ibu-ibu FKK.
Sosialialisasi kebersihan dan teknik pengolahan sampah organik
anorganik ini merupakan salah satu
bagian penyelesaian masalah (problem solving) dari mahasiswa KKN Kelompok 1 Karanganyar
Gunung Universitas Wahid Hasyim Semarang kepada masyarakat mengingat pentingnya
pemberdayaan sadar lingungan hidup. Pasalnya, masih banyak warga
yang memproses sampah hanya dengan perlakuan “memindahkan” dari sampah rumah
tangga ke bak sampah umum bukan “mengolah” atau “mereduksi”. Padahal di sisi lain, butuh proses panjang setidaknya
empat ratus tahun satu bungkus plastik untuk dapat mengurai dengan sempurna.
Sosialisasi diisi oleh Ketua
Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Diana Hidayati. Ia melakukan simulasi secara
langsung di hadapan audiens teknik pengolahan sampah organik yang berasal dari
sisa-sisa masakan dapur. Cukup bermodalkan stoples, pasir, tanah liat, kapur
bangunan (gamping), sisa-sisa sampah dapur dapat diolah menjadi pupuk. Para
peserta pun turut serta melakukan simulasi di harapan forum. Selain
memperlihatkan teknik pengolahan sampah organik, ia juga menunjukkan
produk-produk sampah-sampah plastik yang
bisa diolah menjadi barang ekonomis. Ada yang disulap menjadi alas meja, bantal
tidur, tas, dompet, hiasan rumah, dan lainnya. Hasil-hasil daur ulang sampah
ini juga didukung oleh karya-karya warga
Karangayar Gunung Nur dan Warjimah kedua
warga yang mendirikan jenis usaha tas limbah.
Sosialisasi tersebut mendapat sambutan baik dari pemerintah desa
dengan direkomendasikannya kader-kader FKK tiap RW dan RT untuk
menyosialisasikan ide-ide baru itu
kepada kader-kader lain. Selanjutnya, Diana Hidayati berharap pemerintah desa
juga bisa memberikan bantuan satu kwintal kapur bangunan untuk dibagi di
tiap-tiap RT. Koordinator Mahasiswa KKN
Kelompok 1 Universitas Wahid Hasyim Semarang Noe Al-Afgani menambahkan agar masyarakat Karangayar Gunung tetap bisa
menjaga komunikasi baik terkait pengolahan sampah antara pemerintah desa, tim
penggerak PKK Kota Semarang, ataupun lembaga
lain yang memungkinkan
pengembangan potensi wilayah.
Nur Setyaningrum
Devisi Wacana dan Kajian Ilmiah PMII Kom. Unwahas dan Pimpinan
Redaksi LPM Menteng
Mahasiswa Fakultas Agama
Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang.

Komentar
Posting Komentar